Friday, May 23, 2014

Indekos Mewah Menjamur, Pengelola Apartemen Tidak Khawatir

Indekos Mewah Menjamur, Pengelola Apartemen Tidak Khawatir



Menjamurnya hunian indekos eksklusif harian, tidak terlalu dirisaukan oleh pengelolaapartemen. Perbedaan segmen, fasilitas, dan harga sewa yang tidak terlalu jauh,menjadi alasan mengapa pengelola apartemen begitu percaya diri mereka bakal kuat bersaing menghadapi indekos eksklusif.“Saya pikir indekos mewah dan apartemen, punya segmen yang berbeda. Hanya sedikitkos yang punya fasilitas gym atau kolam renang seperti apartemen. Lagipula, masih banyak masyarakat yang menjaga prestis dan gengsi mereka, sehingga lebih condong keapartemen,” ungkap Kapurbo, Building Manager Apartemen Gunawangsa Surabaya.Malah, Kapurbo meyakini masyarakat Surabaya sudah mulai menyukai gaya hiduptinggal di apartemen.

Salah satu parameter penilaian Kapurbo, misalnya, fakta bahwahunian apartemen yang dulunya identik dengan hunian pasutri mapan, kini semakin banyak ditinggali oleh mahasiswa.“Sekitar 15 persen penghuni kami adalah kalangan mahasiswa. Bagi kami itu angka yang sudah sangat bagus untuk mahasiswa yang tinggal di apartemen,” ungkapnya.Bagaimana dari segi biaya? Kapurbo mengatakan, apartemen sebetulnya malah lebihmurah dari kos eksklusif.“Untuk indekos, memang harga per kamarnya lebih murah dari apartemen. Tapi ingat,kita tidak mungkin patungan berbagi kamar. Tapi itu bisa dilakukan di apartemen,karena ruangannya kan lebih luas. Jatuh-jatuhnya, lebih irit,” sebutnya.Banyaknya mahasiswa yang memilih apartemen sebagai tempat tinggal memangmenjadi bidikan para pengusaha properti. PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya PT Adhi Persada Properti (APP) memastikan akan membangunapartemen tiga tower di kawasan Keputih, menyasar segmen mahasiswa sebagai pasarutama.Mereka membidik kalangan mahasiswa yang kuliah di sejumlah perguruan tinggi diSurabaya bagian timur, seperti Universitas Airlangga, Institut Teknologi SepuluhNopember dan beberapa perguruan tinggi swasta lainnya.Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan menyatakan, saat ini prosespembangunan sudah berjalan. Dijadwalkan dalam jangka waktu dua bulan ke depansudah masuk proses ground breaking, sekaligus launching.“Sekarang proses pengurukan, izin masih diproses.

Kemungkinan tengah tahun depan,sudah selesai, butuh waktu sekitar satu tahun pembangunan," ujarnya pekan lalu. Apartemen itu nantinya didominasi unit-unit dengan tipe studio. Konsep inidisesuaikan dengan sasaran pasar yang banyak diarahkan untuk segmen mahasiswa."Tujuan utama membangun apartemen itu untuk menyediakan hunian layak danmurah, dijangkau mahasiswa," tandas Kiswodarmawan. Harga per unit antara Rp 300 juta sampai Rp 400 juta.